Program

 SMP Negeri 2 Kuta Selatan

Potensi Pengembangan SMP Negeri 2 Kuta Selatan
a. Potensi
SMP Negeri 2 Kuta Selatan terletak di daerah pariwisata internasional yaitu di daerah Ungasan, dengan jarak yang relatif dekat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai dan dekat dengan daerah pariwisata Nusa Dua, memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional . 
b. Kondisi Fisik SMP Negeri 2 Kuta Selatan
          SMP Negeri 2 Kuta Selatan adalah salah satu sekolah menengah yang ada di kabupaten Badung. Sekolah ini didirikan pada tanggal 14 Juni 1986 dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 22 Desember 1986, nomor 0886/C/86 dengan nama SLTP Negeri 3 Kuta dibawah kepemimpinan Drs. I Wayan Karta. Dengan demikian SMP Negeri 2 Kuta Selatan pada tahun 2009 berusia 23 tahun. Dalam perjalanan selama 23 tahun banyak hal yang telah dilalui, diantaranya proses pembangunan fisik, penataan lingkungan dan taman sekolah, kebersihan serta pergantian kepemimpinan.  
           Dari segi kepemimpinan, sekolah ini telah tiga kali mengalami proses pergantian pimpinan. Dan saat ini ( Tahun 2011 ) Drs. I Gusti Agung Rai Sutanaya, M.Pd adalah Kepala Sekolah yang ketiga dan menjabat dari tahun 2007.
c. Fasilitas
         SMP Negeri 2 Kuta Selatan memiliki fasilitas yang terdiri dari :
a.       20 ruang belajar
b.      1 perpustakaan
c.       1 Lab. IPA
d.      1 Lab. Komputer
e.       1 ruang guru
f.       1 ruang BK
g.      1 ruang UKS / PMR
h.      1 bale gong
i.        1 ruang kepala sekolah
j.        1 aula
k.      1 lapangan bola basket
l.        1 lapangan bola voli

Strategi Peningkatan Mutu
  • INTENSIFIKASI PROGRAM REMEDIAL
  • MENYELENGGARAKAN PROGRAM PENGAYAAN
  • MENYELENGGARAKAN KLINIK MATA PELAJARAN (MATEMATIKA)
  • MENYELENGGARAKAN PRAKTIKUM DENGAN JAM KHUSUS
  • MENGEFEKTIFKAN PBM DENGAN METODE & MEDIA PEMBELAJARAN VARIATIF
  • MELAKSANAKAN TRY OUT UN/UM UGM/SPMB
  • MENYELENGGARAKAN PEMBINAAN OLIMPIADE SAINS
  • LATIHAN DASAR METODOLOGI ILMIAH (LDMI)
  • MELAKSANAKAN OUTBOND & OUTDOOR STUDY
  • MENYELENGGARAKAN KEGIATAN EKSTRA KURIKULER
  • MELENGKAPI SAPRA
  • MELAKSANAKAN KONSULTASI SISWA

     

     Ekstrakurikuler

  

  • Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan untuk menjadi wahana bagi siswa untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual.
  • Kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Kuta Selatan terdiri atas program wajib dan pilihan. ( untuk lebih detailnya klik pada link : Ekstrakurikuler )

Upaya Peningkatan Mutu Guru :
  • Workshop Implementasi Kurikulum
  • Workshop Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi (pembuatan presentasi dan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar)
  • Workshop Pembelajaran Anak Berbakat
  • Menyertakan guru dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi
  • Reward bagi guru berprestasi 

Pengelolaan Lingkungan Di SMP Negeri 2 Kuta Selatan
 Model pengelolaan lingkungan sekolah dilaksanakan melalui Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang dilibatkan seluruh unsur yang terkait, dengan menggunakan pendekat integrasi dan kegiatan rutin guna mewujudkan institusi sekolah peduli budaya dan lingkungan.
Sekolah peduli dan berbudaya lingkungan adalah sekolah yang dijadikan sebagai tempat pendidikan yang membentuk budaya peduli lingkungan. Sekolah menjadi tampat yang nyaman sebagai rumah kedua bagi warganya. Di dalam sekolah peduli dan berbudaya lingkungan terdapat kondisi pola hidup yang peduli lingkungan. Ini dilakukan dengan cara menanamkan sikap-sikappeduli lingkungan kepada siswa selama di sekolah, yang dilakukan tidak hanya di dalam kelas saja dan oleh guru tertentu saja, tetapi menuntut tenaga kependidikan di sekolah untuk berpartisipasi.
Hal ini tercermin  dalam sikap dan prilaku seluruh warga sekolah, sarana dan prasarana yang digunakan ramah lingkungan, serta suasana sekolah yang indah, sejuk dan rindang.
Strategi implikasi bagi siswa SMP negeri 2 Kuta Selatan difokuskan pada aplikasi pendidikan lingkungan hidup pada bidang pariwisata, baik lingkungan local maupun lingkungan global, sehingga tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Agar sekolah peduli dan berbudaya lingkungan ini dapat berjalan berkelanjutan, maka diperlukan dukungan dari masyarakat sekitar SMP negeri 2 Kuta Selatan.
Sekolah peduli dan berbudaya lingkungan harus dikembangkan dengan berbagai kebijakan sekolah dan program yaitu :
1. Adanya visi dan misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan
2. Adanya kebijakan sekolah dalam pengembangan pembelajaran
              lingkungan hidup
3. Adanya program peningkatan kapasitas SDM di bidang pendidikan
              lingkungan hidup
4. Adanya kebijakan sekolah dalam penghematan sumber daya alam
5. Adanya kebijakan/peraturan sekolah yang mendukung 
 terciptanya lingkungan sekolah  yang bersih dan sehat
6. Adanya kebijakan sekolah untuk mengalokalisasi penggunaan dana 
 bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan
7. Melaksanakan ketentuan 7K
8. Menunjukan sikap kerja yang berwawasan lingkungan
9. Adanya pengelolaan sampah
         10. Adanya tempat pengelolaan sampah organic/sampah alami
11. Adanya pengelolaan limbah anorganik
12. Mengintegrasikan materi lingkungan kedalam setiap
      kegiatan di sekolah (Kurikulum/Ekstrakurikuler)
13. Adanya pengelolaan air limbah
14. Dapat memberdayakan limbah padat
15. Hubungan/ kerja sama dengan masyarakat sekitar sekolah
16. Adanya pembinaan dengan masyarakat sekitar sekolah
Dengan memperhatikan fokus pengembangan kesadaran lingkungan pada siswa SMP Negeri 2 Kuta Selatan tersebut, tentunya perlu disusun kehidupan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang berkaitan dengan sumber daya manusia, fasilitas dan organisasi yang ada di SMP Negeri 2 Kuta Selatan.
 
PENANGANAN SAMPAH DI SMP NEGERI 2 KUTA SELATAN
1. Penanganan sampah
         Di lihat dari keberadaan tata ruang terbuka yang dimiliki oleh SMP Negeri 2 Kuta Selatan  yang mencakup 40% dari keseluruhan bangunan fisik yang ada sudah tentu sanagat di perlukan adanya penanganan sampah yang baik dan terpadu. Penanganan sampah dengan konsep sampah terpadu dlaksanakan dengan tahapan-tahapan seperti berikut ini :
a.  Menentukan jenis sampah.
Sampah dikelompokkan menjadi 2 bagian , yaitu sampah organic dan anorganik .
·  Sampah organik adalah jenis sampah yang mudah terurai oleh jasad-jasad renik dan mudah  
    menyatu dengan alam.
·  Sampah anorganik adalah sampah yang tidak bisa terurai oleh jasad-jasad renik dan
    merupakan hasil olahan industri.
b.  Sumber sampah
Sampah organik yang ada di SMP Negeri 2 Kuta Selatan merupakan sisa hasil olahan dari :
·  Kantin sekolah / kafetaria berupa sisa makanan yang tidak habis di makan oleh siswa .
·  Dari lingkungan sekolah dan sekitar berupa tumbuh-tumbuhan , daun yang berasal dari
    sekitar sekolah .
  
  c. Alur sampah
sampah yang berasal dari masing-masing program keahlian, kantor, dan kelas dipilah sesuai dengan jenisnya kemudian ditaruh di tempat penampungan (TP).
Selanjutnya dibawa ke tempat pembuangan akhir ( TPA )
 
2. Pengelolaan Sampah di SMP Negeri 2 Kuta Selatan
Untuk penanganan sampah yang ada pada SMP Negeri 2 Kuta Selatan dibedakan berdasarkan jenis sampah yaitu sampah organic dan sampah anorganik.
1.      Penanganan sampah organic
a.       Sisa makanan dari kantin sekolah, koperasi dimanfaatkan untuk makanan ternak seperti babi, ayam, anjing, lele dumbo.
b.      Sampah-sampah seperti rumput, dedaunan, sisa bahan dari dapur praktek siswa digunakan untuk kompos secara alami proses pengolahan sampah jadi kompos di SMP Negeri 2 Kuta Selatan melalui tahapan seperti berikut : 
c. sampah–sampah yang tidak bisa olah dengan system komposing dan di manfaatkan kembali dalam berbagai produk olahan penganannya di buang ke tempat pembuangan Akhir dengan bekerja sama menggunakan armada pengangkutan dari Desa Ungasan
 
3. Tempat Sampah Di SMP Negeri 2 Kuta Selatan
Adapun jumlah tempat sampah yang ada, penempatannya di atur sebagai berikut :
·        Di Ruang kelas sebanyak 20 tempat sampah
·        Di setiap ruang Lab. sebanyak 2 tempat sampah
·        Di ruang guru atau pegawai sebanyak 2 tempat sampah
·        Di halaman sekolah sebanyak 18 tempat sampah 
     (organik dan non organik)
·        2 tempat sampah untuk pengolahan tempat sampah organik
     untuk di jadikan kompos. 
SISTEM PENATAAN DAN PEMELIHARAAN LINGKUNGAN DAN TAMAN
SEKOLAH
 
        Sesuai dengan kondisi fisik sekolah yang telah diuraikan diatas, dengan lahan yang cukup luas telah diupayakan untuk ditata sejak sekolah ini didirikan, Dalam penataan lingkungan dan taman sekolah, SMP Negeri 2 Kuta Selatan menganut konsep Tri Mandala yaitu :
·         Utama Mandala yaitu Palemahan untuk parahyangan
·         Madya Mandala yaitu Palemahan untuik beraktifitas yang sering disebut
      halaman bagi seluruh warga sekolah
·         Nista Mandala yaitu Palemahan untuk mandi, cuci, dan kakus/MCK 
      serta tempat sampah.
        Dengan menganut konsep tersebut diatas kegiatan pembangunan di SMK Negeri 3 Denpasar, khususnya pembangunan gedung-gedung telah diupayakan agar mengacu kepada konsep Tri Mandala. Begitu pula halnya dengan penataan taman sekolah telah diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan lahan yang tersedia, sehingga SMP Negeri 2 Kuta Selatan sebagai salah satu sekolah dalam penerapan Pendidikan Lingkungan Hidup dalam kegiatan sehari-hari proses belajar mengajar benar-benar sudah sesuai dengan konsep sekolah sebagai pusat kebudayaan
       

Sebagai wujud aktifitas dan kebersamaan seluruh warga sekolah untuk menata taman sekolah selain menganut konsep Tri Mandala juga tidak lepas dari konsep Tri Hita Karana, yaitu :
1. Dengan penataan parahyangan sekolah mencerminkan betapa besarnya niat seluruh warga      sekolah untuk tetap dan selalu ingin mendekatkan diri dengan Tuhan atau Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Parahyangan sekolah sebagai wujud sembah bakti manusia dengan Tuhan.
2. Untuk bisa mewujudkan penataan lingkungan dan taman sekolah secara berkelanjutan perlu adanya hubungan yang harmonis dan kepedulian antara warga sekolah. Hal ini sudah diwujudkan oleh seluruh warga sekolah dalam kehidupan sehari-hari.
3. Terjalin hubungan harmonis dengan lingkungan karena secara naluri tumbuh rasa pedulu dan menyayangi lingkungan dan taman sekolah karena warga sekolah sering berinteraksi.
 
         Dalam upaya mewujudkan tujuan untuk menjadikan sekolah sebagai pusat kebudayaan utamanya penataan lingkungan dan pemeliharaan taman sekolah dengan cara melibatkan seluruh warga sekolah, di bawah coordinator Pokja PLH (Kelompok Kerja Pendidikan Lingkungan Hidup) yang berada di bawah Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah sebagai bukti keterlibatan seluruh warga sekolah adalah dengan mengadakan pembagian kebun/taman kelas dari siswa kelas I sampai dengan kelas III. Untuk mengefektifkan waktu dan rasa peduli terhadap lingkungan sekolah, SMP Negeri 2 Kuta Selatan telah mencanangkan program penataan lingkungan dan taman sekolah sebagai berikut :
  1. Setiap hari sabtu (kecuali hari libur) mulai jam pertama sampai jam kedua dilaksanakan gerakan kebersihan “Sabtu Bersih” yang melibatkan seluruh warga sekolah.
  2. Pada hari-hari tidak efektif seperti awal tahun pelajaran menjelang tes sumatif, ujian sekolah/ujian nasional kelas III, dan pada saat kegiatan tengah semester seluruh siswa kelas I dan II mengadakan kerja bakti untuk menata/merawat taman atau kebunnya masing-masing.
  3. Setiap menjelang hari Ulang tahun Sekolah seluruh kelas diwajibkan untuk mengikuti lomba kebun/taman dan kelas antar kelas.
         Dengan mencanangkan gerakan peduli lingkungan dan kegiatan kerja bakti setiap hari jumat bagi seluruh siswa, guru dan pegawai sehingga akan terwujud sikap atau perilaku budaya bersih dan sehat disekolah. Untuk mempertahankan dan melaksanakan program tentu tidak terlepas dari pentingnya pengawasan. Dengan pengawasan secara rutin dan evaluasi pelaksanaannya maka program penataan lingkungan dan taman sekolah serta program budaya bersih diharapkan dapat berjalan sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada sehingga akhirnya secara perlahan tapi pasti budaya seluruh warga sekolah akan mencerminkan pembangunan Propinsi Bali untuk mewujudkan Pulau Bali yang bersih, aman, lestari, dan indah.